Bagi kamu yang sering bepergian menggunakan pesawat terbang, memahami aturan bagasi terbaru adalah hal yang wajib dilakukan sebelum berangkat ke bandara. Ketidaktahuan mengenai regulasi ini sering kali berujung pada kepanikan di loket check-in atau pengeluaran ekstra yang tidak terduga akibat biaya kelebihan muatan.
Lantas, mengapa maskapai penerbangan begitu ketat dalam mengatur barang bawaan penumpang, dan bagaimana rincian ketentuannya saat ini? Simak panduan lengkapnya di bawah ini!
Kenapa Ada Aturan Bagasi Pesawat?

Alasan utama di balik ketatnya aturan bagasi terbaru bukanlah untuk menyulitkan penumpang, melainkan demi keselamatan dan efisiensi penerbangan.
- Keselamatan Operasional: Setiap pesawat memiliki batas berat maksimal total (Maximum Takeoff Weight) demi keseimbangan saat mengudara.
- Efisiensi Waktu: Batasan dimensi kabin memastikan proses masuk-keluar penumpang (boarding) berjalan lancar tanpa hambatan di lorong pesawat akibat barang yang terlalu besar.
Ketentuan Bagasi Kabin: Rata-Rata Berat dan Dimensinya

Bagasi kabin adalah barang bawaan yang diizinkan untuk dibawa langsung oleh penumpang ke dalam pesawat dan disimpan di kompartemen atas atau di bawah kursi depan.
Secara umum, standar ketentuan bagasi kabin untuk sebagian besar maskapai di Indonesia adalah:
- Berat Maksimal: Rata-rata 7 kg per penumpang.
- Ukuran Dimensi Rata-Rata: Maksimal 56 cm x 36 cm x 23 cm (total dimensi tidak melebihi 115 cm).
- Penumpang biasanya juga diperbolehkan membawa 1 barang pribadi kecil seperti tas laptop, tas jinjing wanita, atau perlengkapan bayi.
Perbandingan Bagasi Tercatat Maskapai: Batik Air, Super Air Jet, dan AirAsia

Bagasi tercatat adalah barang bawaan yang diserahkan di loket check-in untuk disimpan di bagasi bawah pesawat. Berikut adalah aturan bagasi Lion Air Garuda Citilink yang berlaku saat ini untuk penerbangan domestik kelas ekonomi:
| Maskapai | Kuota Bagasi |
| Batik Air | Rata-rata 20 kg (Sebagai maskapai full service, kuota ini umumnya sudah termasuk dalam harga tiket standar). – Ekonomi 20kg – Bisnis 30kg |
| Super Air Jet | Rata-rata 15 kg-30kg (Maskapai kategori medium service ini memberikan kuota cuma-cuma untuk rute domestik standar). |
| Air Asia | 0 kg (Sebagai maskapai LCC, tiket standar AirAsia tidak termasuk bagasi tercatat gratis. Penumpang wajib membeli paket bagasi sesuai kebutuhan). – Xtra Carry-on 14kg – Fast Pass 14kg |
Berapa Biaya Kelebihan Bagasi Tercatat?

Jika total berat barang bawaan kamu melebihi kuota gratis yang ditentukan, Kamu wajib membayar biaya kelebihan bagasi (excess baggage fee). Tarif ini dihitung per kilogram dan bervariasi tergantung rute serta maskapai penerbangan.
- Batik Air: Tarif kelebihan bagasi berkisar antara Rp25.000 hingga Rp60.000+ per kg, tergantung pada jarak dan rute penerbangan domestik.
- Super Air Jet: Tarif kelebihan bagasinya berkisar antara Rp20.000 hingga Rp55.000+ per kg. Karena masih satu grup dengan Lion Group, disarankan membeli pre-paid baggage jika berat barang kamu mepet.
- AirAsia: Biaya kelebihan bagasi di counter bandara (airport excess baggage fee) adalah yang paling tinggi, bisa berkisar Rp100.000+ per kg. Sangat disarankan untuk membeli paket bagasi melalui aplikasi AirAsia MOVE sebelum check-in agar jauh lebih hemat.
Tips hemat selalu timbang kopermu di rumah sebelum ke bandara. Jika kamu tahu barang bawaan akan berlebih, belilah kuota bagasi tambahan (pre-paid baggage) lewat aplikasi resmi maskapai maksimal 24 jam sebelum terbang untuk mendapatkan diskon hingga 30%.
Memastikan kepatuhan terhadap ukuran dimensi bagasi pesawat dan ketentuan beratnya akan membuat perjalananmu jauh lebih tenang dan nyaman. Jangan sampai momen liburan atau perjalanan bisnis kamu terganggu hanya karena urusan kelebihan muatan di bandara.




Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.